Selasa, 15 Mei 2012

MAMA

Mama...
Wanita pertama yang aku kenal dalam hidupku bahkan sebelum aku mengenal namaku sendiri
Wanita yang dengan penuh sukacita selama 9 bulan menanti kehadiranku di dunia
Wanita yang rela meninggalkan bangku kuliah di detik-detik terakhir kelulusannya hanya karena lebih memilih menjaga jabang bayinya

Tidak ada wanita setangguh mama dalam hidupku
Mengikuti suami jauh dari orang-tuanya, ke seberang pulau yang tak pernah dia duga, membayangkan saja mungkin tak berani
Membesarkan anak-anaknya dengan sabar walaupun seringkali ditinggal suami untuk bertugas
Pengorbananmu tiada tara
Tidur paling larut dan bangun paling pagi

Mama...
Wanita serba tahu
Ya, kau tahu semuanya mama
Detail dalam melakukan semuanya

Aku ingat salah satu guyonan anak-anakmu dan suamimu: "Lantai ini kalau bisa bicara mungkin akan berteriak, tolong dong, berhenti sapu saya, ini sudah bersih sekali." Hahaha.... Guyonan yang membuatmu sebal.

Mama...
Apa kelak aku bisa sepertimu?

Dan kini, kau tetap setia pada panggilanmu sebagai Istri dan Mama
Hidup sendiri, jauh dari suami dan anak-anakmu
Tapi kau tetap ceria, tetap sabar, dan selalu tangguh.

"Jangan pernah membenci Mamak kau. Karena kalau kau tahu sedikit saja apa yang telah seorang Ibu lakukan untukmu, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta, serta rasa sayangnya kepada kalian"
_Tere Liye_






Tidak ada komentar:

Posting Komentar