Senin, 26 November 2012

Saya, Rainy....

Entah sejak kapan saya mulai jatuh cinta pada HUJAN. Walau hanya sekedar menatapnya atau saling bersentuhan. Dulu dan sampai sekarang, bau tanah setelah hujan tetap juara. Dan sebatas itu saja pergaulan saya dengan hujan, tidak lebih.

Saya Rainy... Demikian saya menamakan diri sendiri.
Mungkin saya lahir dari butiran hujan. Sayangnya, saya tak tau tepatnya kapan tgl lahir itu. Biarlah, yg terpenting saya hadir di dunia ini. 

Saya menyebut hujan itu ....
penyampai rasa,
berkat bagi mereka yg menangis sedu,
penyamar duka.

Begitulah saya memaknai hujan akhir-akhir ini. Ketika hati saya gundah, gelisah, saya hanya berharap hujan turun saat itu juga. Tidak berlebihan kan permohonan saya? Apa sulitnya hujan turun? Cukup dengan membiarkan saya terlena dengan remuknya hati, maka hujan pun turun. Semakin deras semakin baik. 
Bila tak ingin basah, cukuplah saya menatapnya dari balik kaca. Tapi bila remuknya hati terlalu menyakitkan, izinkan saya menggaulimu hujan. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar