Senin, 23 April 2012

Janur Kuning

Hei kamu, sahabatku, saudaraku...
Kejutanmu luar biasa kawan, pagi ini, disela-sela keteguhanku bahwa dia lah sosok pendampingmu, kamu datang, memberikan kepastian, bahwa bukan dia. Lalu siapa?
Aku mengenal dua sosok itu kawan, walaupun tak sebaik kamu mengenal mereka. Di balik kegaranganmu, ternyata  ada duka. Ntahlah, aku pun tak mengerti kawan, dukakah itu atau malah sorak kegembiraan?
Siapapun itu kawan, jangan pernah kamu mencoba untuk menyakiti lagi. Cukup...
Biarlah suatu saat nanti, aku tau dengan sendirinya semua alasanmu. 

Pernikahan itu bukan cuma antara dua anak manusia tapi antara dua keluarga besar.

 Aku hanya bisa mendoakanmu, walaupun sebenarnya aku sempat menitikkan air mata. Lagi-lagi, ntah air mata duka atau air mata haru.
Selamat berjuang kawan, jalanmu masih panjang. Dan biarkan sosok itu menjadi masa lalumu yang indah. Jagalah sosok lain yang Tuhan percayakan untuk kamu genggam tangannya, untuk kamu rengkuh bahunya.


Dedicated to GM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar