Senin, 07 Oktober 2013

Bapak

Bapak sakit, sakit asam urat, sakit yang memang sudah lama menyerang kaki bapak.
Saya mungkin tidak akan sekhawatir ini kalau bapak di Jakarta atau Makassar, setidaknya kalau bapak di Jakarta atau Makassar, akan ada saya atau mamak yang merawat. Tapi ini bapak sedang dinas ke Timika, bapak sendirian. Yang lebih mengkhawatirkan adalah stok obat yang bapak bawa tidak banyak karena hanya untuk antisipasi saja. 

Kata bapak, dia susah berjalan tapi tetap dipaksakan. Ketika saya hubungi lewat bbm dan telepon, bapak hanya menjawab sepotong-potong. Dan bapak ngeluh kalau sakit. Saya tau bapak. Dia tidak biasa mengeluh kecuali dalam keadaan yang benar-benar sakit. Bapak juga biasanya suka bercerita. Tapi kali ini tidak. :'(

Sejak semalam saya gak bisa menahan diri untuk tidak menangis. Saya memang cengeng. Saya bingung harus ngapain dan akhirnya hanya bisa nangis ketika menelpon suami. Menelpon mamak dan saya tau mamak pun pasti amat sangat khawatir. Jadi saya putuskan untuk tidak sering-sering mengontak mamak, karena kami sama-sama cengeng.

Saya sarankan bapak untuk minta pulang saja ke Jakarta, menghentikan tugasnya. Toh bisa digantikan oleh orang lain. Dari sini saya hanya bisa berdoa dan memantau keadaan bapak lewat tlp atau bbm, memastikan bahwa bapak sudah meminum obatnya dan tidak makan sembarangan. Semoga obatnya cukup dan bapak lekas pulih. 

Yang sabar ya bapak. Kami semua menyayangimu dan mendoakanmu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar